Kupu-kupu cantik,

Tampilkan postingan dengan label RFLEZ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RFLEZ. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2013

♥ Mutiara Hati ♥



Ketika ia bertanya padaku,

“ Siapakah yang paling kau cintai ? tanda mencintai adalah banyak mengingat dia yg kau cintai (kasrotu dikr).. siapakah yg paling banyak kau ingat, ya ukhty sholihah?? Merugi lah ia yg mengaku mencintaiNya namun ia tak benar mengingatiNya, berarti ia tak betul-betul mencintai yg ia cintai…”

Sekilas aku bercermin di kaca lemari kecilku,
Astagfirulloh.. benarkah ini diriku ?
Mengapa aku berbuat semacam itu, terlalu lama berpaling dariMu..
Masih pantaskahku bersujud, memohon ampun padaMu..
Kehinaanku mungkin takkan bisa ku imbangi dengan taubatku dalam sedikit waktu yang Kau berikan  dikehidupanku ini, Ya Robb…
Rontokan hatiku karna dunia kini tlah benar terjadi,
Aku lupa akhiratku..
Bagaimana kelak ku pertanggungjawabkan semua ini ??
Sungguh, aku takkan sanggup memikul dosa-dosaku..
Ampunkan diri ini, ya Robb…
Inilah Ikrar cintaku padaMu ..
Berikanku hidayahMu..
Islam telah membimbingku pada cintaMu tapi mengapa hatiku terkadang buntu ?
Apakah ini karna Futur yang berkepanjangan ?
Aku malu, sungguh..
Aku malu menerima seluruh nikmat yang telah Kau beri,
Mengapa aku sepelekan agamaku ?
Mengapa aku harus menjadi hamba yang mendzolimi diri sendiri ?
Mengapa aku begitu bodoh ?
Mengapa ?
Aku menyadari semua salahku, ya Robb..
Lindungilah diri ini dari kelalaian.. aamiin

~ Eni Zaahirah ~




Minggu, 29 Juli 2012

Persiapan pernikahan








“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya (HR. Bukhori-Muslim)



Kebanyakan wanita membutuhkan persiapan mental yang matang untuk menikah. Namun, sering kali orang tua, keluarga besar dan teman-teman di lingkungannya sendiri mendesak si wanita untuk segera menikah. Dalam situasi ‘keterpaksaan’ ini beberapa wanita akhirnya mau tak mau menuruti saran mereka demi status, bukan atas dasar kesiapan mental. Tak heran jika kita sering mendengar orang menikah hanya dalam waktu yang singkat, kemudian bercerai. Untuk itu dalam artikel ini ada beberapa tips yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah. Apa saja?

1. Siap berkomitmen
Pastikan bahwa kita siap untuk menjalin komitmen berdua dengan pasangan. Dalam pengertian siap menjalani hubungan yang ekskusif tanpa melibatkan pihak ketiga, baik secara emosional maupun seksual.
2. Kesediaan untuk memiliki tanggung jawab
Pastikan bahwa pada saat menikah kelak kita siap bertanggung jawab sebagai pasangan yang akan turut memerhatikan kesejahteraan pasangan kita.
3. Siap tidak bergantung pada orang tua
Pastikan bahwa kita bukanlah orang yang masih tergantung pada orang tua dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan emosioanal. Saat menikah kelak, pemenuhan kebutuhan tersebut akan diarahkan kepada pasangan, sehingga loyalitas yang  kita miliki pun bukan pada orang tua melainkan pada pasangan.
4. Alasan menikah
Sejumlah orang menikah karena yang positif yakni karena cinta atau ingin memiliki teman hidup selamanya. Namun ada juga yang menikah hanya karena ingin “lari” dari situasi yang dianggap sulit, seperti keluaga yang susah ekonominya. Jadi, pastikan kita  menikah bukan karena alas an yang bersifat negative.
5. Pertemuan keluarga
Pernikahan tidak hanya milik berdua. Melainkan juga melibatkan seluruh anggota keluarga. Pastikan kedua pihak keluarga saling mengenal dan merestui. Pertemuan keluarga penting agar diketahui pula asal-usul pasangan serta pola hubungan dalam keluarga. Ingat, pasangan paling banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya.
6. Konseling Pranikah
Bila perlu, lakukan konseling pra nikah dengan mendatangi psikolog di dekat tempat tinggal berdua.
7. Persiapan (tempat,waktu,dana)
Melakukan persiapan pernikahan dengan memerhatikan tempat,waktu, dan dana yang sesuai bagi kedua belah pihak.
Nah, banyak bukan yang harus dipertimbangkan sebelum menikah? semoga artikel ini dapat membantu membekali anda dalam mempersiapkan mental dan sekaligus memantapkan anda untuk berkata. “ya, saya siap untuk menikah lahir dan batin!”
“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR. Tirmidzi)
J Eni Zaahirah J







Minggu, 22 Juli 2012

Menanti cinta,


 
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satu pun burung
Mampu menjawab
hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapa kah nanti
Cinta untukku
Wahai penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah karna luka tersayat
Merana menantikan cinta dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu


foto Oki Setiana Dewi

Sabtu, 21 Juli 2012

Celotehan kecilku,


Jika benar Cintaku ini karenaMu
maka aku biarkan ia mengalir mengikuti aliran cintMu
karena pada hakikatnya Cinta itu datangnya dari 
dan ku kembalikan lagi rasa itu padaMu
Wahai Sang pembolak-balik hati...
Ku serahkan rasa yang tiada sanggup menjadi Halal ini
padaMu ..
Terima kasih untuk saat-saat indah
yang dapat kami nikmati bersama,
Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama..
Jagakanlah dia,
jagakanlah hatinya Ya Robb..
Jagalah hati kami,
Jika aku tercipta bukan untuknya,,
Gantilah kerinduan dan cinta yang bersemayam didadaku ini
dengan kasih dari padaMU yang tulus murni...
Dan tolonglah bimbing aku dalam kekecewaan itu
Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku ya Robb...
Jika aku pun tercipta untuknya
Dekatkanlah kami, Satukan lah hati kami...
Tanamkanlah Cinta dan Kasih yang tulus dalam hati kami,
Bantulah diriku untuk mencintai,
mengerti dan menerima dia seutuhnya...
Berikan ku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Ridhoi dia...
Agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima diri ini
dengan segala kelebihan dan kekuranganku
Sebagaimana yang telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia agar sungguh-sungguh mencintai
dan rela membagi suka dan dukanya dengan diriku...
Mungkin hanya dari kejauhanku pintakan semua ini untuknya
Aku hanya ingin diam ,
Sekali lagi ku katakan jika ku hanya ingin diam,
Tapi bukan karna ku tak cintainya

Aku malu Ya Robb..
bekalku masih terlalu sedikit untuk ku bandingkan dengannya
tak pantas jika harus bersanding menemaninya,
Dia lebih mencintaiMu,